Ketika negara-negara di dunia berjuang untuk mempertahankan kesinambungan perekonomiannya karena dihadapkan pada resesi global, maka yang lebih penting bagi negara tersebut adalah membuat mereka menjadi lebih menarik bagi masuknya investasi perusahaan multinasional yang mencari lingkungan yang kondusif bagi inovasi. Negara sebenarnya bukanlah penghasil inovasi. Akan tetapi, perusahaanlah yang sesungguhnya menghasilkan inovasi. Namun demikian, negara dapat membuat pengaruh yang besar bagi kemampuan perusahaan untuk menjadi inovatif, menarik dan mempertahankan orang-orang dengan kualitas yang tinggi serta menyediakan input lainnya yang dapat membuat inovasi menjadi berhasil.
Boston Consulting Group (BCG) bekerjasama dengan National Association of Manufacturers' Manufacturing Institute baru-baru ini telah mengadakan survei mengenai negara mana saja yang memberikan iklim yang bersahabat bagi perusahaan untuk menghasilkan inovasi. Untuk menilai negara tersebut, BCG meninjau dari dua aspek, yaitu input (kebijakan pemerintah yang mendukung pendidikan, kualitas tenaga kerja, infrastruktur dan perdagangan) dan kinerja (hasil penelitian dan pengembangan (R & D), kinerja bisnis, pertumbuhan lapangan kerja).
Pertanyaan selanjutnya adalah negara manakah yang memiliki kebijakan yang pro-inovasi dan hasil yang superior ? Berikut ini adalah negara-negara tersebut mulai dari rangking 1 sampai 30.
Boston Consulting Group (BCG) bekerjasama dengan National Association of Manufacturers' Manufacturing Institute baru-baru ini telah mengadakan survei mengenai negara mana saja yang memberikan iklim yang bersahabat bagi perusahaan untuk menghasilkan inovasi. Untuk menilai negara tersebut, BCG meninjau dari dua aspek, yaitu input (kebijakan pemerintah yang mendukung pendidikan, kualitas tenaga kerja, infrastruktur dan perdagangan) dan kinerja (hasil penelitian dan pengembangan (R & D), kinerja bisnis, pertumbuhan lapangan kerja).
Pertanyaan selanjutnya adalah negara manakah yang memiliki kebijakan yang pro-inovasi dan hasil yang superior ? Berikut ini adalah negara-negara tersebut mulai dari rangking 1 sampai 30.
1. Singapura
2. Korea Selatan
3. Swiss
4. Iceland
5. Irlandia
6. Hongkong
7. Finlandia
8. Amerika Serikat
9. Jepang
10. Swedia
11. Denmark
12. Belanda
13. Luxembourg
14. Kanada
15. Inggris
16. Israel
17. Austria
18. Norwegia
19. Jerman
20. Perancis
21. Malaysia
22. Australia
23. Estonia
24. Spanyol
25. Belgia
26. New Zealand
27. China
28. Cyprus
29. Portugis
30. Qatar
Implikasi dari informasi diatas bagi pengambil keputusan yang ada di Indonesia adalah mempelajari dan mengadopsi bagaimana lingkungan yang diciptakan oleh negara tersebut, sehingga dapat menciptakan kemampuan perusahaan untuk menjadi inovatif. Beberapa negara Asia yang dapat dijadikan bahan kajian adalah Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia dan China. Berbagai aspek kebijakan di negara tersebut yang perlu untuk dipelajari adalah kebijakan teknologi, industri, pendidikan, perdagangan, ekonomi, dan moneter.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar